.comment-link {margin-left:.6em;}

Ikatan Cendikiawan Patah Hati

One for All... All for One!

Dilbert Pearls Before Swine

Tuesday, February 14

Heboh kartun nabi Muhammad

Beberapa hari belakangan ini saya sering ditanya oleh teman-teman non-muslim dan juga yang muslim, tentang heboh kartun Nabi Muhammad. Pertanyaan mereka pada intinya sama, kenapa saudara-saudara saya umat muslim di seluruh dunia melancarkan protes gempar, bahkan di beberapa tempat termasuk di Indonesia protes ini cenderung anarkis, sangat disayangkan tentunya. Seperti kata Seriues, muslim juga manusia, ada yang sabar, berfikir jernih dan bisa menahan diri, ada yang emosional dan ada juga yang mempunyai latar belakang pendidikan yang kurang sehingga mungkin hanya ikut-ikutan saja.

Sebetulnya saya bingung harus menjawab apa, mau ngomong soal agama, saya bukan ustadz atau kyai yang mempunyai ilmu dan pengetahuan agama yang luas, daripada saya salah ngomong, ya toh?

Saya yakin, sebagai seorang anak yang baik, kita pasti memuliakan dan menghormati Ibu kita. Ibu mengajarkan kepada kita semua kebaikan dan budi pekerti.
Bayangkanlah, misalnya pada suatu hari salah seorang adik kecil kita berbuat nakal, memukul teman sekolahnya dengan berbagai sebab dan alasan yang menurut dia benar. Si teman, sebut saja Bejo, pulang dan mengadu pada orang tuanya. Karena kasih sayangnya pada si Bejo, orang tuanya tentu saja sedih dan marah mengetahui anaknya dipukuli teman sekolahnya. Tanpa pikir panjang, mereka membuat poster bergambar Ibu kita dengan gigi bertaring singa, dan kedua tangan memegang parang - diimbuhi kata-kata yang kurang pantas. Poster itu kemudian ditempelkan di sebuah pojok jalan, di mana setiap orang yang lewat bisa melihat dengan jelas.
Sebagai seorang anak, demi melihat poster itu, apa tindakan kita? Apakah kita rela, ibu yang kita muliakan digambarkan dengan sosok yang tidak pantas, yang jauh dari sifat sejatinya? Ataukah, kita berdiam diri, dengan dalih, toh itu hanya poster, semua orang berhak membuat poster dan mengekspresikan kebebasan seninya?

Apakah benar, hanya karena tindakan segelintir orang, maka semua orang dalam suatu komunitas dicap sama? Menurut saya, ini tidak benar. Dan ini berlaku universal. Adalah sangat disesalkan, jika karena segelintir "muslim" yang anarkis, yang membawa tameng Islam dalam tindak tanduknya, maka setiap muslim mendapatkan cap yang sama, atau sebaliknya, bila beberapa teman kita yang non-muslim berbuat tidak baik, lantas kita memberi cap jelek kepada mereka semua.

Well, muslim juga manusia....

2 Comments:

Blogger love machine said...

nicely put!

2/15/2006 12:37:00 AM  
Blogger opank said...

klo mnurut gue,nggak panteslah klo kita cuma diem 'n'nggak ada respon,soale ini masalah besar

6/25/2008 05:01:00 AM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home